Thursday, May 14, 2015
Friday, March 13, 2015
3rd
Awalnya sinarnya pudar
Tidak sejuk dan tidak panas
Terdapat awan kesedihan yang menutupi sinarnya
Aku.. hanya berdoa
Agar Pencipta membuatnya kembali bersinar ceria
Enam bulan kemudian dia tampak kuat
Matahari yang bersinar cerah pada musim panas tengah tahun
Tampaknya terlalu terik dengan segala keseharian yang baru
aku ketahui
Kadang sangat menyengat hingga aku ingin menyerah
Rupanya itu cara Pencipta
Membuat terik tersebut membuka mataku dengan paksa
Bahwa dunia ini tidak hanya tentang tujuan hidup semata
Terdapat proses pula yang harus aku nikmati
Bulan kesembilan tiba
Matahari lupa akan caranya bersinar
Membuat hati ini beku dan kering
Haruskah aku kehilangan sinarnya?
Yang telah membuat sendi-sendiku menjadi kuat selama ini?
Aku hanya bisa merawatnya dengan sabar
Meyakinkan dirinya bahwa luka-lukanya telah pulih
Mengingatkan dia bagaimana caranya bersinar
Bulan ketigabelas dan aku menatap sinarnya yang terang
Inisiatif, kebaikan, dan semangatnya sungguh membara
Aku mulai nyaman dan bercerita tentang mimpi-mimpiku
Dan hei..kita memiki esensi mimpi yang sama
Api semangatnya menyalakan sumbu jiwaku
Berlari mewujudkan mimpi walau kadang hampir tersesat
Dia matahari yang aku cinta
Hangat dan teriknya tak menyakitiku lagi
Kadang penuh gairah kadang hampir
pudar
Namun bersama jauh lebih menguatkan
2nd
Apakah layak tuk mempertahankan mimpi?
Kala orang yang berarti dalam hidup kita
merasa tidak perlu menggapai mimpi itu
Aku..hanya tersenyum tipis
Tak kuasa tuk membantah perkataannya
Kata demi kata dijejalkannya dalam
otakku
Dengan maksud agar ku buang mimpi
tersebut
Pada hakekatnya setiap orang memiliki
kebebasan bermimpinya masing-masing
Aku senang tenggelam dalam dunia
imajinasi dan kreativitas yang tak terbatas
Dinamis dan tidak terikat
Mengatur waktuku sendiri dan mendalami apa
yang ku suka
Mempelajari tiap hari dan mengembangkannya
dengan logika yang tersulit sekalipun
Pagi dan senja selalu ku bawa dalam doa
dan pengharapanku
Akan apa yang menjadi impian dan asaku
Bukan untuk membuktikan pada dunia bahwa
aku dapat menggapai mimpiku
Tetapi aku ingin segera membahagiakan dia
yang aku sayangi
Dan ya.. dia pula lah yang
menginginkanku untuk membuang impianku
Dari kata katanya tersirat bahwa dia
malu dengan apa yang kukerjakan
Tentu saja karena dia ingin agar aku
menjadi pekerja kantoran yang terlihat rapi
Bukannya seorang penyusun script yang kumal
dan tenggelam dalam layar komputer siang dan malam
Aku kembali tersenyum dan terdiam
Bosan mengulang semua hal yang pernah
kujelaskan padanya
Setidaknya aku melakukan apa yang harus
kulakukan
Menggali semua potensi dengan caraku
Karna harapan dan impian adalah sesuatu
yang harus digapai
Dengan begitu aku tak kan menyesal
menjalani hidup
Yang aku minta hanya bersabarlah
Percayalah kepadaku si bungsu yang keras
kepala
Karena aku akan membahagiakanmu segera
Pelindungku yang aku sayang
1st
Membuka mata dan kembali menghirup nafas baru
Kadang hanya melaluinya begitu saja seperti biasa
Disibukkan oleh kewajiban
Tanpa mengingat betapa Kau merindukanku
Waktu berlalu dan aku hanya bergelut dengan pekerjaanku
Bisikan lembut tak kuperdulikan
Aku hanya tersenyum mengangkat kepala dan berkata nanti saja
Padahal Kau menantiku
Senja tiba dan waktu berlalu, kata nanti telah menjadi besok
saja
Padahal jika Kau mau
Bisa saja Kau berkata nanti ya kamu kuberi nafas dariKu
Tentu saja aku tak akan ada lagi disini
Namun Kau tetap sabar menanti
Pun ada kala senggang, aku hanya sibuk dengan target masa
depanku
BagiNya sepertinya aku perlu diberi sentilan lembut
Dan sentilannya itu membuatku marah
Kecewa
Kenapa aku lagi? Tidak cukupkah yang selama ini kualami?
Hanya butuh satu malam dengan tangisan untuk menyadarkanku
Sudah terlalu jauh dari Sang Mata Air
Dia hanya ingin waktuku
Menantiku kembali mendendangkan nyanyian
Pujian untuk kemegahan namaNya
Dia hanya ingin agar ku melekat padaNya
Menikmati kehadiranNya yang menenangkan jiwa
Mata Air yang tak pernah ada habisnya
Pelepas dahaga yang aku cinta
Thanks for knowing You, for catching me, for loving me
Thats all from my heart
For Heavenly Father
Subscribe to:
Posts (Atom)

