Apakah layak tuk mempertahankan mimpi?
Kala orang yang berarti dalam hidup kita
merasa tidak perlu menggapai mimpi itu
Aku..hanya tersenyum tipis
Tak kuasa tuk membantah perkataannya
Kata demi kata dijejalkannya dalam
otakku
Dengan maksud agar ku buang mimpi
tersebut
Pada hakekatnya setiap orang memiliki
kebebasan bermimpinya masing-masing
Aku senang tenggelam dalam dunia
imajinasi dan kreativitas yang tak terbatas
Dinamis dan tidak terikat
Mengatur waktuku sendiri dan mendalami apa
yang ku suka
Mempelajari tiap hari dan mengembangkannya
dengan logika yang tersulit sekalipun
Pagi dan senja selalu ku bawa dalam doa
dan pengharapanku
Akan apa yang menjadi impian dan asaku
Bukan untuk membuktikan pada dunia bahwa
aku dapat menggapai mimpiku
Tetapi aku ingin segera membahagiakan dia
yang aku sayangi
Dan ya.. dia pula lah yang
menginginkanku untuk membuang impianku
Dari kata katanya tersirat bahwa dia
malu dengan apa yang kukerjakan
Tentu saja karena dia ingin agar aku
menjadi pekerja kantoran yang terlihat rapi
Bukannya seorang penyusun script yang kumal
dan tenggelam dalam layar komputer siang dan malam
Aku kembali tersenyum dan terdiam
Bosan mengulang semua hal yang pernah
kujelaskan padanya
Setidaknya aku melakukan apa yang harus
kulakukan
Menggali semua potensi dengan caraku
Karna harapan dan impian adalah sesuatu
yang harus digapai
Dengan begitu aku tak kan menyesal
menjalani hidup
Yang aku minta hanya bersabarlah
Percayalah kepadaku si bungsu yang keras
kepala
Karena aku akan membahagiakanmu segera
Pelindungku yang aku sayang
No comments:
Post a Comment