Friday, March 13, 2015

2nd

Apakah layak tuk mempertahankan mimpi?
Kala orang yang berarti dalam hidup kita merasa tidak perlu menggapai mimpi itu
Aku..hanya tersenyum tipis
Tak kuasa tuk membantah perkataannya
Kata demi kata dijejalkannya dalam otakku
Dengan maksud agar ku buang mimpi tersebut

Pada hakekatnya setiap orang memiliki kebebasan bermimpinya masing-masing
Aku senang tenggelam dalam dunia imajinasi dan kreativitas yang tak terbatas
Dinamis dan tidak terikat
Mengatur waktuku sendiri dan mendalami apa yang ku suka
Mempelajari tiap hari dan mengembangkannya dengan logika yang tersulit sekalipun

Pagi dan senja selalu ku bawa dalam doa dan pengharapanku
Akan apa yang menjadi impian dan asaku
Bukan untuk membuktikan pada dunia bahwa aku dapat menggapai mimpiku
Tetapi aku ingin segera membahagiakan dia yang aku sayangi
Dan ya.. dia pula lah yang menginginkanku untuk membuang impianku

Dari kata katanya tersirat bahwa dia malu dengan apa yang kukerjakan
Tentu saja karena dia ingin agar aku menjadi pekerja kantoran yang terlihat rapi
Bukannya seorang penyusun script yang kumal dan tenggelam dalam layar komputer siang dan malam
Aku kembali tersenyum dan terdiam
Bosan mengulang semua hal yang pernah kujelaskan padanya

Setidaknya aku melakukan apa yang harus kulakukan
Menggali semua potensi dengan caraku
Karna harapan dan impian adalah sesuatu yang harus digapai
Dengan begitu aku tak kan menyesal menjalani hidup
Yang aku minta hanya bersabarlah
Percayalah kepadaku si bungsu yang keras kepala
Karena aku akan membahagiakanmu segera

Pelindungku yang aku sayang

No comments:

Post a Comment