Awalnya sinarnya pudar
Tidak sejuk dan tidak panas
Terdapat awan kesedihan yang menutupi sinarnya
Aku.. hanya berdoa
Agar Pencipta membuatnya kembali bersinar ceria
Enam bulan kemudian dia tampak kuat
Matahari yang bersinar cerah pada musim panas tengah tahun
Tampaknya terlalu terik dengan segala keseharian yang baru
aku ketahui
Kadang sangat menyengat hingga aku ingin menyerah
Rupanya itu cara Pencipta
Membuat terik tersebut membuka mataku dengan paksa
Bahwa dunia ini tidak hanya tentang tujuan hidup semata
Terdapat proses pula yang harus aku nikmati
Bulan kesembilan tiba
Matahari lupa akan caranya bersinar
Membuat hati ini beku dan kering
Haruskah aku kehilangan sinarnya?
Yang telah membuat sendi-sendiku menjadi kuat selama ini?
Aku hanya bisa merawatnya dengan sabar
Meyakinkan dirinya bahwa luka-lukanya telah pulih
Mengingatkan dia bagaimana caranya bersinar
Bulan ketigabelas dan aku menatap sinarnya yang terang
Inisiatif, kebaikan, dan semangatnya sungguh membara
Aku mulai nyaman dan bercerita tentang mimpi-mimpiku
Dan hei..kita memiki esensi mimpi yang sama
Api semangatnya menyalakan sumbu jiwaku
Berlari mewujudkan mimpi walau kadang hampir tersesat
Dia matahari yang aku cinta
Hangat dan teriknya tak menyakitiku lagi
Kadang penuh gairah kadang hampir
pudar
Namun bersama jauh lebih menguatkan
No comments:
Post a Comment