Friday, March 13, 2015

1st

Membuka mata dan kembali menghirup nafas baru
Kadang hanya melaluinya begitu saja seperti biasa
Disibukkan oleh kewajiban
Tanpa mengingat betapa Kau merindukanku
Waktu berlalu dan aku hanya bergelut dengan pekerjaanku
Bisikan lembut tak kuperdulikan
Aku hanya tersenyum mengangkat kepala dan berkata nanti saja
Padahal Kau menantiku
Senja tiba dan waktu berlalu, kata nanti telah menjadi besok saja
Padahal jika Kau mau
Bisa saja Kau berkata nanti ya kamu kuberi nafas dariKu
Tentu saja aku tak akan ada lagi disini
Namun Kau tetap sabar menanti
Pun ada kala senggang, aku hanya sibuk dengan target masa depanku
BagiNya sepertinya aku perlu diberi sentilan lembut
Dan sentilannya itu membuatku marah
Kecewa
Kenapa aku lagi? Tidak cukupkah yang selama ini kualami?
Hanya butuh satu malam dengan tangisan untuk menyadarkanku

Sudah terlalu jauh dari Sang Mata Air
Dia hanya ingin waktuku
Menantiku kembali mendendangkan nyanyian
Pujian untuk kemegahan namaNya

Dia hanya ingin agar ku melekat padaNya
Menikmati kehadiranNya yang menenangkan jiwa
Mata Air yang tak pernah ada habisnya
Pelepas dahaga yang aku cinta

Thanks for knowing You, for catching me, for loving me
Thats all from my heart
For Heavenly Father

No comments:

Post a Comment